MUNAS VI GAKESLAB INDONESIA

  • -
  • 09:00 - 21:00
  • HOTEL BOROBUDUR - JAKARTA
MUNAS VI GAKESLAB INDONESIA

Hadirnya peraturan pemerintah dengan memasukkan produk-produk kesehatan yang salah satunya adalah alat kesehatan, menjadi suatu hal yang terus bergulir bak bola panas. Bagaimana tidak, negosiasi harga agar dapat masuk ke dalam barisan produk-produk yang masuk dalam e cataloque (e katalog) dirasa para pengusaha Alat Kesehatan (alkes) dan Laboratorium teramat berat, jika dilihat dari wilayah-wilayah daerah yang memang membutuhkan transportasi yang memadai.

Menyikapi keadaan ini, Gabungan Perusahaan Alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia (Gakeslab) mengusung Tema untuk Musyawarah Nasional (Munas) kali ini, “Menata dan Menyikapi Bisnis Alat Kesehatan dan Laboratorium Tahun 2015 dan Tahun-tahun Mendatang”.
Untuk agenda hari ini, Selasa (5/5) menitik beratkan kepada workshop e cataloque, bagaimana teknis dalam mengikuti persyaratan dalam e katalog. Namun, suatu hal yang lumrah jika timbul pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya ketidakpuasan, khususnya terkait e katalog dan kehadiran pihak LKPP, yang kali ini diwakili oleh staff LKPP atau bukan pengambil keputusan.

Seperti halnya yang diutarakan oleh peserta yang berasal dari daerah Sulawesi Selatan, yang mengatakan seringnya para pengusaha berbeda pendapat, di mana setiap pertanyaan yang menjadi permasalahan-permasalahan dalam e katalog selalu dijawab dengan retorika belaka.

“Saya sering bertengkar dengan para pemberi materi LKPP dalam setiap pertemuan, tetapi tidak ada gunanya karena jawabannya retorika saja. Kami mengusulkan agar pada munas kali ini, khusus alat kesehatan jangan di e katalog-kan. Saya mengetahui, filosofinya di timbulkannya e katalog karena adanya obat generik yang di e katalog, namun kenapa produk lain juga di e katalog-kan, khususnya pada alkes ?,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Munas Gakeslab ke VI, H. Sugihadi AW. MM, mengatakan pada Munas kali ini yang menjadi target utamanya adalah pemilihan pengurus baru, bahwa dengan jangka yang telah habis harus diganti dengan pengurus yang baru. Tentunya sasaran berikutnya adalah memberikan para anggotanya bahwa Gakeslab mempunyai suatu konsep.

“Kita juga menghubungkan dengan keadaan pasar terkait dengan kebijakan pemerintah yang harus diikuti. Hal ini tetunya menjadikan tugas di Munas ini melahirkan suatu usulan atau keputusan-keputusan yang sifatnya harus diteruskan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, salah satunya e katalog,” ujarnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, secara umum e katalog keinginan pemerintah ingin mendapatkan suatu pembelian barang yang harganya bisa dianggap dengan harga yang wajar walaupun wajar itu sifatnya relatif. Di mana pandangan para pedagang, harga selama ini masih terbilang wajar, melihat kondisi yang ada.

“Kami juga akan melanjutkan pertemuan ini dengan mengikut sertakan LKPP agar keputusannya lebih baik. Jika memang tidak bisa terjawab di acara ini akan kita ambil keputusan-keputusan untuk disodorkan kepada LKPP. Atau menjadi program pengurus yang baru,” imbuhnya.

Munas Gakeslab VI dilaksanakan selama dua hari, di mana untuk agenda esok acara seminar akan mengikut sertakan pihak LKPP dan Kementerian Kesehatan. Dan untuk pembukaan Munas, Rabu (6/5) di rencanakan akan dibuka oleh Menteri Kesehatan Prof.dr.Nila Djuwita F.Moeloek, Sp.M.